Tampilkan postingan dengan label Indahnya Cinta. Tampilkan semua postingan
Tampilkan postingan dengan label Indahnya Cinta. Tampilkan semua postingan

MENGAPA KESUCIAN SEORANG WANITA HARUS DIJAGA ?

Respons: 0 komentar
tidak perawan
Ada malam pertama yang seharusnya terindah dalam hidup berubah menjadi neraka dan ladang pembantaian harkat dan martabat suami istri. Sebab yang paling banyak adalah karena tak ada sedikitpun darah yang menetes dari kemaluan mempelai perempuan. Kesimpulan singkatnya, pengantin perempuan tidak perawan lagi dan bukan orang baik-baik. Pengantin pria pun merasa ditipu dan dikhianati. Akibatnya terkadang cerai ditempat. Ada pula yang berubah menjadi bom waktu yang setiap saat bisa meledak dalam kehidupan rumah tangga itu. Lebih jauh lagi, pernah terdengar ada yang sampai menyakiti dan membunuh istri di malam pertamanya, karena terlalu besar harapan dan kekecewan yang dijumpainya.Naudzubillahi min dzalik. Sungguh sebesar inikah arti setetes darah ?

Semua hal ini bersumber dari satu hal : nilai agung keperawanan. Masyarakat timur masih tinggi menjunjung nilai ini. Seorang pengantin tidak perawan bagi mereka adalah aib besar keluarga. Di lain tempat, saya pernah membaca sebuah tradisi unik, saat pengantin pria membawa pasangannya ke kamar pengantin, berduyun-duyun serombongan orang menunggu tepat dihadapan pintu kamar tersebut. Sesaat setelahnya, pengantin pria keluar dengan membawa sehelai kain yang ada bercak darahnya lalu memperlihatkannya pada mereka yang menunggu di luar. Setelah melihat darah itu, mereka pun merasa puas dan bergembira. Merayakannya dengan pesta ‘keperawanan’ dan meninggalkan kamar pengantin dengan segera. Lihat, betapa tinggi sebuah keperawanan, hingga masyarakat pun ikut ambil bagian dalam proses penilaiannya. Maka jagalah kesucian kalian hanya tuk suami kalian.

Siapkah Anda Menikah ?

Respons: 0 komentar
Banyak hal yang mempengaruhi keputusan seseorang ketika memutuskan hendak berumah tangga. Jika detik ini Anda merasa yakin menikahinya, tak ada salahnya menilai kesiapan diri Anda dengan meniliti kembali hal-hal yang mendasari keputusan Anda untuk menikah. Siapkah Anda menikah ??

1. NIAT
Mengapa Anda memutuskan untuk segera menikah ? Beberapa jawaban terhadap pertanyaan itu diantaranya : merasa sudah tiba saaatnya, tidak punya pilihhan lain, menuruti nasehat orang tua, malu karena semua teman dan saudara sebaya telah berkeluarga, dan merasa berhutang budi pada calon pasangan atau keluarganya. Jika salah satunya sesuai dengan yang Anda pikirkan, lebih baik luruskan dulu niat Anda sebelum melangkah ke gerbang pernikahan. Tanyakan pada nurani. Asahlah lagi nilai-nilai agama agar dapat melandasi niat suci Anda untuk menikah.

2. TUJUAN
Apa tujuan Anda menikah ? Jawaban pertama bisa jadi untuk menyalurkan kebutuhan biologis, memperoleh keturunan, atau untuk memiliki teman hidup. Jawaban kedua adalah untuk beribadah kepada Allah SWT. Jika jawaban Anda adalah ibadah, artinya Anda memang memahami hakekat dan tujuan jangka panjang pernikahan. kesiapan Anda bukan omomng kosong. Namun jika jawaban Anda termasuk dalam kategori yang pertama, tak ada salahnya Anda renungi sekali lagi makna pernikahan yang akan Anda jalani. Jangan sampai salah tujuaan atau tidak punya tujuan sama sekali.

3. DIA PASANGAN TERBAIK
Apa alasan Anda menikahinya ? Jawaban Anda pasti karena dia adalah yang terbaik. Apa kriteria terbaik menurut Anda ? Memiliki penghasilan tinggi, rumah, kendaraan dan tabunga. Baik, bertanggung jawab, pengertian, jujur, humoris ? Cantik atau tampan ? Pernahkah Anda menegur dia karena melalaikan shalat tapi 3 hari kemudian dia mengulanginya lagi dengan alasan sibuk ? Pernahkah Anda melihatnya ( bila si dia laki-laki ) sibuk bernegosiasi dengan klien di suatu Jumat siang ? Jika mayoritas jawaban Anda atas pertanyaan di atas adalah ya, pikirkan dengan matang apakah benar Anda mau menikahinya ?

4. DUKUNGAN KELUARGA
Banyak orang mengatakan bila Anda memutuskan untuk menikahinya, artinya Anda menikahi keluarganya. Hubungan mertua – menantu – ipar kerap menimbulkan kekhawatiran bagi calon pengantin. Ingat baik-baik sambutan mereka terhadap Anda : hangat, biasa saja atau cenderung dingin. Anda boleh bernapas lega jika mereka memperlakukan Anda dengan ramah. Tapi jika berhubungan dengan mereka membuat Anda merasa tidak nyaman dan mereka pun tampak kurang menyukai Anda, mengapa Anda begitu yakin untuk segera menikah ?

5. SIAP DENGAN SEGALA KONSEKUENSI
Sejak pengucapan ijab qabul di depan wali dan saksi, suami-istri harus memahami hak dan kewajiban masing-masing. Anda dituntut untuk menerima kekurangannya, saling mendukung di saat-saat sulit dsb. Bila Anda merasa siap mengurangi ego, berarti Anda siap mengarungi bahtera rumah tangga. Namun jika Anda merasa hingga saat ini masih cnderung egois dan sulit mengalah dari orang lain, tak ada salahnya menata diri terlebih dahulu sebelum memutuskan untuk menikah.

Malam Pertama Sesuai Ajaran Nabi Muhammad SAW

Respons: 0 komentar

Bismillahir-Rahmaanir-Rahim …. Rasulullah SAW begitu romantis kepada istrinya. Beliaupun punya nasihat indah bagi setiap pengantin baru. Apa sajakah? Berikut nasihat beliau.

MENCIUM KENING
Malam pertama begitu indah, tapi kata Rasulullah, harus diiringi doa serta memberikan sentuhan kemesraan perdana kepada istri. Rasulullah SAW bersabda: “Apabila salah seorang dari kamu menikahi wanita atau membeli seorang budak, maka peganglah ubun-ubunya lalu bacalah ‘basmalah’ serta doakanlah dengan doa berkah seraya mengucapkan: ‘Ya Allah, aku memohon kebaikannya dan kebaikan tabiatnya yang ia bawa. Dan aku berlindung dari kejelekannya dan kejelekan tabiat yang ia bawa.’” (HR. Abu Dawud, Ibnu Majah, al-Hakim).




SALAT SUNAH
Agar pernikahan kita diiringi rida dan rahmat Allah, Rasul pun mengajarkan agar sebelum berhubungan suami istri di malam pertama hendaknya salat sunah dua rakaat lebih dulu.
Anjuran ini bisa kita lihat dalam sebuah hadis dari Abu Sa’id maula (budak yang telah dimerdekakan) Abu Usaid. Ia berkata: “Aku menikah ketika aku masih seorang budak. Ketika itu aku mengundang beberapa orang Shahabat Nabi, diantaranya ‘Abdullah bin Mas’ud, Abu Dzarr dan Hudzaifah radhiyallaahu ‘anhum. Lalu tibalah waktu shalat, Abu Dzarr bergegas untuk mengimami salat. Tetapi mereka berkata: ‘Kamulah (Abu Sa’id) yang berhak!’ Ia (Abu Dzarr) berkata: ‘Apakah benar demikian?’ ‘Benar!’ jawab mereka. Aku pun maju mengimami mereka salat. Ketika itu aku masih seorang budak. Selanjutnya mereka mengajariku, ‘Jika isterimu nanti datang menemuimu, hendaklah kalian berdua shalat dua rakaat. Lalu mintalah kepada Allah kebaikan istrimu itu dan mintalah perlindungan kepada-Nya dari keburukannya. Selanjutnya terserah kamu berdua…’” (Adabuz Zifaf fis Sunnah al-Muthahharah).



DOA PEMBUKA
Setelah salat sunah dua rakaat, dianjurkan pula untuk berdoa. Sebagaimana hadis : “Seorang datang kepada ‘Abdullah bin Mas’ud radhiyallaahu ‘anhu, lalu ia berkata, ‘Aku menikah dengan seorang gadis, aku khawatir dia membenciku.’ ‘Abdullah bin Mas’ud berkata, ‘Sesungguhnya cinta berasal dari Allah, sedangkan kebencian berasal dari setan, untuk membenci apa-apa yang dihalalkan Allah. Jika isterimu datang kepadamu, maka perintahkanlah untuk melaksanakan salat dua rakaat di belakangmu. Lalu ucapkanlah (berdoalah): “Ya Allah, berikanlah keberkahan kepadaku dan isteriku, serta berkahilah mereka dengan sebab aku. Ya Allah, berikanlah rezeki kepadaku lantaran mereka, dan berikanlah rezeki kepada mereka lantaran aku. Ya Allah, satukanlah antara kami (berdua) dalam kebaikan dan pisahkanlah antara kami (berdua) dalam kebaikan.” (lihat di Kitab al-Mushannaf).



MINUM SEGELAS AIR
Sebelum memulai hubungan kali pertama, Rasul berpesan agar jangan terburu-buru. Alangkah baiknya dimulai dengan kelembutan dan kemesraan. Misalnya, dengan memberinya segelas air minum atau yang lainnya. Sebagaimana hadis Asma’ binti Yazid binti as-Sakan r.a., ia berkata: “Saya merias ‘Aisyah untuk Rasulullah SAW. Setelah itu saya datangi dan saya panggil beliau supaya menghadiahkan sesuatu kepada ‘Aisyah. Beliau pun datang lalu duduk disamping ‘Aisyah. Ketika itu Rasulullah SAW disodori segelas susu. Setelah beliau minum, gelas itu beliau sodorkan kepada ‘Aisyah. Tetapi ‘Aisyah menundukkan kepalanya dan malu-malu.” ‘Asma binti Yazin berkata: “Aku menegur ‘Aisyah dan berkata kepadanya, ‘Ambillah gelas itu dari tangan Rasulullah SAW!’ Akhirnya ‘Aisyah pun meraih gelas itu dan meminum isinya sedikit.” (HR. Ahmad di kitab Adabuz Zifaf fis Sunnah al-Muthahharah)



DOA SEBELUM BERHUBUNGAN
Subhanallah, Islam begitu indah mengatur hubungan suami istri. Setiap kali akan berhubungan suami istri, selalu diingatkan untuk senantiasa berdoa: “Bismillah, Allahumma jannibnaasy syaithaana wa jannibisy syaithaana maa razaqtana.”
Artinya: “Dengan menyebut nama Allah, Ya Allah, jauhkanlah aku dari setan dan jauhkanlah syaitan dari anak yang akan Engkau karuniakan kepada kami.” (HR. Bukhari dan Muslim).

Rasulullah SAW juga bersabda: “Maka, apabila Allah menetapkan lahirnya seorang anak dari hubungan antara keduanya, niscaya syaitan tidak akan membahayakannya selama-lamanya.” (HR. Bukhari, Muslim).


foto :

sumber :



Menikahlah Dengan Wanita Yang Berkah, Karena Sholihah Tak Cukup

Respons: 0 komentar
Karya : Reza Ervani

Dan kawinkanlah orang-orang yang sendirian di antara kamu, dan orang-orang yang layak (berkawin) dari hamba-hamba sahayamu yang lelaki dan hamba-hamba sahayamu yang perempuan. Jika mereka miskin Allah akan memampukan mereka dengan kurnia-Nya. Dan Allah Maha luas (pemberian-Nya) lagi Maha Mengetahui.
(Al Quran Al Karim Surah An Nur ayat 32)

"In Yakuunuu Fuqaraa-a, yughnihimullahuhu min fadhlihi", demikian bunyi janji itu.

Dan Jika Allah Yang Berjanji, Maka Allah akan Menepati. Innalaha yukhliful mii'aad.

Apa yang membuat seorang laki-laki ragu-ragu untuk melangkahkan pinangannya ? Sebagian besar menjawab materi sebagai alasannya. Begitu juga yang aku rasakan setengah tahun yang lalu.

Sulit untuk bisa membawa keyakinan akan ayat tadi ke tataran praktis, padahal begitu banyak cerita keajaiban yang aku dengar tentang pernikahan.

Kini ....
Setelah hampir 4 bulan mengarungi samudera rumah tangga, bersama "buah hati yang sempurna" - demikian arti harfiah dari nama istriku - kami sering jeda sejenak untuk mengenang romantika proses menjelang pernikahan yang berlangsung begitu cepat.

Semakin direnungkan, semakin banyak pula bulir keajaiban yang harus terus kami syukuri.
Terasa sekali kemudahan yang diberikan oleh Allah.
Kami kemudian mendapati

bahwa kesyukuran itulah ternyata oase Cinta
bahwa kesyukuran itulah ternyata mata air Kasih
bahwa kesyukuran itulah ternyata telaga Sayang yang bening

"Wallahu wasi'un 'aliim", Dan Allah Maha Luas Pemberiannya, begitu bunyi penutup ayat diatas. Begitu luasnya pemberian Allah, sehingga kurs materi tidak akan pernah bisa membelinya.

wanita yang berkah
 

Seorang pendamping hidup adalah pemberian-Nya. Begitu pula semua yang menyertai bidadari itu. Dan jika engkau ingin meminta ... Mintakan keberkahan-lah yang datang bersama pasangan jiwa itu, karena tampilan sholihah apatah lagi sekedar cantik rupawan takkan pernah cukup untuk memberikan kekuatan agar lentera cita mulia sebuah rumah tangga tetap menyala.

Karenanya, semampumu ... pilihlah seorang pasangan hidup dengan ukuran keberkahan ... jangan merasa cukup dengan timbangan cinta dan sayangmu padanya.

Baginda Nabi shalallahu 'alaihi wa salam mengisyaratkan benar pintu-pintu keberkahan itu jangan sampai ditutup oleh keserakahan cinta dunia.

"Jika ada orang yang kalian ridhai agamanya dan akhlaknya meminang puteri kalian, maka nikahkanlah ia, jika kalian tidak melakukannya, maka fitah di bumi dan kerusakan besar akan terjadi" 1)

"Di antara kebaikan wanita ialah memudahkan maharnya" 2)

"Pernikahan yang paling besar keberkahannya ialah yang paling mudah maharnya" 3)

"Sebaik-baik pernikahan ialah yang paling mudah" 4)

Jangan pula kau biarkan rasa suka yang mendalam mengalahkan kesempatan-kesempatan yang datang padamu.
Kau simpan cinta yang tak pasti di hatimu, dan biarkan cinta lain yang datang pergi meninggalkanmu.
Karena ... sekali lagi ... cinta saja tak cukup untuk menyalakan lentera di bahtera rumah tanggamu nanti.
Tak pernah kita tahu, apakah dibalik ketidak sempurnaan dalam pandangan mata, tersembunyi keberkahan yang melimpah ruah ...

Denyut keberkahan ...
Itulah yang mesti kita telisik di dada ketika cinta menyapa ...
Ada beda yang akan kau rasa, tentang dia ...
Beda itu akan menguatkan azzammu ...
Menjagamu tetap dalam logika keimanan ketika menilai harta dan rupa ...

Janji Allah itu pasti, karenanya niatkan keberkahan hadir di setiap keputusan hidupmu, termasuk keputusan menemani seseorang dalam jalan juang menuju pertemuan indah dengan-Nya.

Allahuma yasiru wa laa tu'asiru

Bandung, Menjelang Ramadhan 1429 H
Buat seorang sahabat di Ulujami yang sedang merindukan bidadari penuh berkah.


Catatan Kaki

1) HR. At Tirmidzi dalam Kitab an Nikaah, dan dishohihkan oleh Syaikh al Albani dalam Shahih an Nasa-i dan al Irwaa'
2) HR. Ahmad, dihasankan oleh Syaikh al Albani dalam Shahihul Jaamin dan Al Irwaa'
3) HR. Ahmad
4) HR. Abu Dawud dalam kitab an Nikaah, dan Syaikh al Albani menilainya sesuai syarat Muslim (di Al Irwaa)

Macam-macam Cinta

Respons: 0 komentar

Cinta merupakan hal yang mendasar dalam hidup ini, terkadang cinta membawa bahagia bagi manusia, dan dapat pula berubah menjadi prahara. Cinta adalah instrumen untuk mencapai tujuan, pada dasarnya cinta adalah netral, tetapi terpulang siapakah yang mengemudi cinta itu sendiri, jiwa nafsu syahwat yang mendominasi maka wajarlah cinta itu akan berakhir dengan kebinasaan, tetapi ketika cinta yang bertaburan dengan bunga iman kepada Allah maka cinta adalah pengikat antara manusia dengan tuhannya, sehingga akan menjadikan dia ikhlas beribadah.

Menurut id.wikipedia.org Cinta itu adalah sebuah perasaan yang ingin membagi bersama atau sebuah perasaan kasih sayang terhadap seseorang. Pendapat lainnya, cinta adalah sebuah aksi/kegiatan aktif yang dilakukan manusia terhadap objek lain, berupa pengorbanan diri, empati, perhatian, memberikan kasih sayang, membantu, menuruti perkataan, mengikuti, patuh, dan mau melakukan apapun yang diinginkan objek tersebut.
Ibnul Qayyim pun juga pernah mengatakan bahwa :
“Cinta tidak bisa didefinisikan dengan jelas, bahkan bila didefinisikan tidak menghasilkan (sesuatu) melainkan menambah kabur dan tidak jelas, (berarti) definisinya adalah adanya cinta itu sendiri”.
Pada hakekatnya Cinta itu adalah sebuah amalan hati yang akan terwujud dalam (amalan) lahiriah. Apabila cinta tersebut sesuai dengan apa yang diridhai Allah SWT, maka ia akan menjadi ibadah. Dan apabila sebaliknya, jika cinta itu tidak sesuai dengan ridha Allah SWT maka akan menjadi perbuatan maksiat (seperti yang terjadi pada zaman sekarang ini). Berarti jelas bahwa cinta adalah ibadah hati yang bila keliru menempatkannya akan menjatuhkan kita ke dalam sesuatu yang dimurkai Allah yaitu kesyirikan.Islam menyeru kepada cinta, yaitu cinta kepada Allah, cinta kepada Rasulullah, cinta kepada Agama, cinta kepada aqidah, juga cinta kepada sesama makhluk, sebagaimana Allah menjadikan perasaan cinta antara suami istri sebagai sebagian tanda dan bukti kekuasaan-Nya, firman Allah SWT:
“Dan di antara tanda-tanda kekuasaan-Nya ialah Dia menciptakan untukmu istri-istri dari jenismu sendiri, supaya kamu cenderung dan merasa tenteram kepadanya, dan dijadikan-Nya di antaramu rasa kasih dan sayang. Sesungguhnya pada yang demikian itu benar-benar terdapat tanda-tanda bagi kaum yang berfikir (QS. Ar-Ruum: 21)”.

Cinta Menurut Al Qur’an :
  1. CINTA MAWADDAH adalah jenis cinta mengebu-gebu, membara dan “nggemesi”. Orang yang memiliki cinta jenis mawaddah, maunya selalu berdua, enggan berpisah dan selalu ingin memuaskan dahaga cintanya. Ia ingin memonopoli cintanya, dan hampir tak bisa berfikir lain.
  2. CINTA RAHMAH adalah jenis cinta yang penuh kasih sayang, lembut, siap berkorban, dan siap melindungi. Orang yang memiliki cinta jenis rahmah ini lebih memperhatikan orang yang dicintainya dibanding terhadap diri sendiri. Baginya yang penting adalah kebahagiaan sang kekasih walaupun ia harus menderita. Ia sangat memaklumi kekurangan kekasihnya dan selalu memaafkan kesalahan kekasihnya. Termasuk dalam cinta rahmah adalah cinta antara orang yang bertalian darah, terutama cinta orang tua terhadap anaknya, dan sebaliknya. Dari itu maka dalam al Qur’an , kerabat disebut al arham, dzawi al arham , yakni orang-orang yang memiliki hubungan kasih sayang secara fitri, yang berasal dari garba kasih sayang ibu, disebut rahim (dari kata rahmah). Sejak janin seorang anak sudah diliputi oleh suasana psikologis kasih sayang dalam satu ruang yang disebut rahim. Selanjutnya diantara orang-orang yang memiliki hubungan darah dianjurkan untuk selalu ber silaturrahim ertinya menyambung tali kasih sayang. Suami isteri yang diikat oleh cinta mawaddah dan rahmah sekaligus biasanya saling setia lahir batin-dunia akhirat.
  3. CINTA MAIL adalah jenis cinta yang untuk sementara sangat membara, sehingga menyedut seluruh perhatian hingga hal-hal lain cenderung kurang diperhatikan. Cinta jenis mail ini dalam al Qur’an disebut dalam konteks orang poligami dimana ketika sedang jatuh cinta kepada yang muda (an tamilu kulla al mail), cenderung mengabaikan kepada yang lama.
  4. CINTA SYAGHAF adalah cinta yang sangat mendalam, alami, orisinil dan memabukkan. Orang yang terserang cinta jenis syaghaf (qad syaghafaha hubba) boleh jadi seperti orang gila, lupa diri dan hampir-hampir tak menyedari apa yang dilakukan. Al Qur’an menggunakan term syaghaf ketika mengkisahkan bagaimana cintanya Zulaikha, isteri pembesar Mesir kepada bujangnya, Yusuf.
  5. CINTA RA’FAH yaitu rasa kasih yang dalam hingga mengalahkan norma-norma kebenaran, misalnya kasihan kepada anak sehingga tidak sanggup membangunkannya untuk sholat, membelanya meskipun salah. Al Qur’an menyebut istilah ini ketika mengingatkan agar janganlah cinta ra`fah menyebabkan orang tidak menegakkan hukum Allah, dalam hal ini hukuman bagi penzina (Q/24:2).
  6. CINTA SHOBWAH yaitu cinta buta, cinta yang mendorong kelakuan yang menyimpang tanpa sanggup mengelak. Al Qur’an menyebut istilah ini ketika mengisahkan bagaimana Nabi Yusuf berdoa agar dipisahkan dengan Zulaiha yang setiap hari menggodanya (mohon dimasukkan penjara saja), sebab jika tidak, lama kelamaan Yusuf tergelincir juga dalam perbuatan bodoh, “wa illa tashrif `anni kaidahunna ashbu ilaihinna wa akun min al jahilin (Q/12:33)”.
  7. CINTA SYAUQ (RINDU), istilah ini bukan dari Al Qur’an tetapi dari hadis yang menafsirkan Al Qur’an. Dalam surat Al `Ankabut ayat 5 dikatakan bahwa barangsiapa rindu berjumpa Allah pasti waktunya akan tiba. Kalimat kerinduan ini kemudian diungkapkan dalam doa ma’tsur dari hadis riwayat Ahmad : ”wa as’aluka ladzzata an nadzori ila wajhika wa as syauqa ila liqa’ika, aku mohon dapat merasakan nikmatnya memandang wajah Mu dan nikmatnya kerinduan untuk berjumpa dengan Mu”. Menurut Ibn al Qayyim al Jauzi dalam kitab “Raudlat al Muhibbin wa Nuzhat al Musytaqin”, Syauq (rindu) adalah pengembaraan hati kepada sang kekasih (safar al qalb ila al mahbub), dan kobaran cinta yang apinya berada di dalam hati sang pecinta, (hurqat al mahabbah wa il tihab naruha fi qalb al muhibbi).
  8. CINTA KULFAH yakni perasaan cinta yang disertai kesadaran mendidik kepada hal-hal yang positif meski sulit, seperti orang tua yang menyuruh anaknya menyapu, membersihkan kamar sendiri, meski ada pembantu. Jenis cinta ini disebut Al Qur’an ketika menyatakan bahwa Allah tidak membebani seseorang kecuali sesuai dengan kemampuannya, “la yukallifullah nafsan illa wus`aha (Q/2:286)”.
Cinta Sejati Menurut Islam :
  1. Tidak rela yang dicintai menderita
  2. Rela berkorban apapun demi yang dicintai
  3. Memenuhi segala keinginan dari yang dicintai
  4. Tidak pernah memaksakan kehendak kepada yang dicintai
  5. Berlaku sepanjang masa. Cinta tersebut hanya ada antara Khalik dan Makhluk, cinta antara makhluk harus ditambah syarat-syarat berikut:
  • Cintanya tersebut karena Allah S.W T.
  • Harus memenuhi segala aturan yang dibuat oleh Allah SWT.
  • Sex bukanlah cinta dan cinta bukanlah sex, tetapi sex adalah bunga-bunga dari cinta dan hanya ada dalam pernikahan dan hanya dengan yang dinikahi
  • Cinta bukan uang atau harta atau duniawi, tetapi cinta membutuhkan uang, harta dan duniawi.
Begitu indahnya cinta Islam, cinta untuk Allah, cinta untuk Rasulullah, cinta untuk orang yang melahirkan kita, cinta untuk orang tua kita, cinta untuk sahabat kita, cinta untuk orang di sekitar kita, cinta untuk orang yang akan mendampingi kita nantinya, dan tentunya cinta untuk semua makhluk-makhlukNya. 
Namun pada zaman sekarang dan situasi kondisi saat ini, cinta yang lahir cenderung penuh dengan hawa nafsu, nafsu yang menggebu-gebu dan menyimpang dari norma-norma agama dan apa yang telah diperintahkan Allah SWT, serta menyimpang dari sebuah tujuan murni cinta itu yang sebenarnya. Setiap saat, setiap hari kita terutama pada kalangan muda bahakan anak-anak pun dibuai dengan lagu-lagu cinta, dibuat terlena dengan tontonan kisah cinta (sinetron, film) yang menghanyutkan kita ke dalam dunia khayal yang merugikan. Bahkan sekarang ini banyak orang yang menyalahartikan makna dan arti dari apa cinta itu sebenarnya, sehingga mereka terdorong melewati batas pergaulan dan tatasusila seorang mukmin.

Maka daripada itu, renungkanlah sejenak kawan hakikat sebuah kehidupan kita di dunia ini. Rasullulah SAW bersabda :
 
“Tidak sempurna iman salah seorang dari kamu sehingga ia mencintai saudaranya seperti ia mencintai diri sendiri.” Juga sabda Rasulullah, “Barang siapa ingin mendapatkan manisnya iman, maka hendaklah ia mencintai orang lain karena Allah.” (HR Hakim dari Abu Hurairah)”.

Wanita Idaman Pria Part 1

Respons: 0 komentar
wanita idaman pria
Wanita Cakep dan Sholehah Idaman Setiap Pria

1. Keshahihan aqidahnya.
Layaknya permata, ia akan berharga tinggi karena tinggi nilai kilauanya.Wanita yang mempunyai aqidah yang benar mengimani rububiyahnya, bahwa dia adalah pencipta dan pemberi rizki di seluruh alam ini.

2. Pemahan dan pengalaman atas hukum syari'at.
Yaitu, dengan keimanan yang tersimpan di sanubari, tentu menuntut sebuah pembuktian. karena iman hakikatnya adalah pengucapan dengan lidah, dan mengamalkan dengan anggota badan yaitu ucapan rasa syukur kita terhadapnya di setiap lafaz dalam lisan kita di mana jua.

3. Dari keturunan yang baik dan berada.
Manusia tidak dapat memilih dari rahim siapa dianya di lahirkan, karena itu mutlak qadha dan qadar Allah.namun dengan dari keluarga yang baik mempunyai tingkat kemungkinan boleh menurunkan pribadi yang baik.akan tetapi tidak jarang dari keturunan orang baik muncul keturunan jahat seperti Nabi Nuh memiliki anak yang tidak baik dan durhaka.

4.Wanita yang masih gadis
Kenapa ? di karenakan wanita gadis ini masih memiliki sifat-sifat alami seorang wanita.

5. Sehat jasmani ( subur ) dan penyayang.
Karena ianya akan menemani perjuang di bahtera rumah tangga dan dengan sifat penyayangnya ia akan memberi keselesaian yang damai dan tentram.

6. Beraklaq mulia.
7. Menyejukan pandangan bagi kaum dam khususnya suaminya.
8. Realistis dalam menuntut hak dan melaksanakan kewajibannya
9. Dewasa dan bijaksana.
10. Menolong suami dan mendorong keluarga dalam ketaqwaan.
11. Mengerti kelebihan dan kekurangan suami.
12. Pandai bersyukur kepada suaminya yaitu dengan mengucap terimakasih.

sumber

13 Sifat Perempuan Yang Tidak Disukai Laki-Laki

Respons: 0 komentar
dakwatuna.com – Salah satu Pusat Kajian di Eropa telah mengadakan survai seputar 20 sifat perempuan yang paling tidak disukai laki-laki. Survai ini diikuti oleh dua ribu (2000) peserta laki-laki dari beragam umur, beragam wawasan dan beragam tingkat pendidikan. Dari gambaran survai ini, diharapkan menjadi masukan dan pertimbangan sikap para istri dan juga sikap para suami. Sekaligus menjawab pertanyaan para istri selama ini, perihal sebab mengapa para suami mereka lari dari rumah. Survai itu menguatkan bahwa ada 13 sifat atau tipe perempuan yang tidak disukai laki-laki :
Pertama, perempuan yang kelaki-lakian, “mustarjalah”
Perempuan tipe ini menempati urutan pertama dari sifat yang paling tidak disukai laki-laki. Padahal banyak perempuan terpandang berkeyakinan bahwa laki-laki mencintai perempuan “yang memiliki sifat perkasa”. Namun survai itu justru sebaliknya, bahwa para peserta survai dari kalangan laki-laki menguatkan bahwa perempuan seperti ini telah hilang sifat kewanitannya secara fitrah. Mereka menilai bahwa perangai itu tidak asli milik perempuan. Seperti sifat penunjukan diri lebih kuat secara fisik, sebagaimana mereka menyaingi laki-laki dalam berbagai bidang kerja, terutama bidang yang semestinya hanya untuk laki-laki… Mereka bersuara lantang menuntut haknya dalam dunia kepemimpinan dan jabatan tinggi! Sebagian besar pemuda yang ikut serta dalam survai ini mengaku tidak suka berhubungan dengan tipe perempuan seperti ini.
Kedua, perempuan yang tidak bisa menahan lisannya “Tsartsarah”
Tipe perempuan ini menempati urutan kedua dari sifat yang tidak disukai laki-laki, karena perempuan yang banyak omong dan tidak memberi kesempatan orang lain untuk berbicara, menyampaikan pendapatnya, umumnya lebih banyak memaksa dan egois. Karena itu kehidupan rumah tangga terancam tidak bisa bertahan lebih lama, bahkan berubah menjadi “neraka”.
Ketiga, perempuan materialistis “Maaddiyah”
cewek matre dalam islam
Matre = Maaddiyah

Adalah tipe perempuan yang orientasi hidupnya hanya kebendaan dan materi. Segala sesuatu dinilai dengan harga dan uang. Tidak suka ada pengganti selain materi, meskipun ia lebih kaya dari suaminya.


Keempat, perempuan pemalas “muhmalah”
Tipe perempuan ini menempati urutan keempat dari sifat perempuan yang tidak disukai laki-laki.
Kelima, perempuan bodoh “ghobiyyah”
Yaitu tipe perempuan yang tidak memiliki pendapat, tidak punya ide dan hanya bersikap pasif.
Keenam, perempuan pembohong “kadzibah”
Tipe perempuan yang tidak bisa dipercaya, suka berbohong, tidak berkata sebenarnya, baik menyangkut masalah serius, besar atau masalah sepele dan remah. Tipe perempuan ini sangat ditakuti laki-laki, karena tidak ada yang bisa dipercaya lagi dari segala sisinya, dan umumnya berkhianat terhadap suaminya.
Ketujuh, perempuan yang mengaku serba hebat “mutabahiyah”
Tipe perempuan ini selalu menyangka dirinya paling pintar, ia lebih hebat dibandingkan dengan lainnya, dibandingkan suaminya, anaknya, di tempat kerjanya, dan kedudukan materi lainnya…
Kedelapan, perempuan sok jagoan, tidak mau kalah dengan suaminya
Tipe perempuan yang selalu menunjukkan kekuatan fisiknya setiap saat.
Kesembilan, perempuan yang iri dengan perempuan lainnya.Adalah tipe perempuan yang selalu menjelekkan perempuan lain.

Kesepuluh, perempuan murahan “mubtadzilah” Tipe perempuan pasaran yang mengumbar omongannya, perilakunya, menggadaikan kehormatan dan kepribadiannya di tengah-tengah masyarakat.

Kesebelas, perempuan yang perasa “syadidah hasasiyyah” Tipe perempuan seperti ini banyak menangis yang mengakibatkan laki-laki terpukul dan terpengaruh semenjak awal. Suami menjadi masyghul dengan sikap cengengnya.

Keduabelas, perempuan pencemburu yang berlebihan “ghayyur gira zaidah” Sehingga menyebabkan kehidupan suaminya terperangkap dalam perselisihan, persengketaan tak berkesudahan.

Ketigabelas, perempuan fanatis “mumillah”
Model perempuan yang tidak mau menerima perubahan, nasehat dan masukan meskipun itu benar dan ia membutuhkannya. Ia tidak mau menerima perubahan dari suaminya atau anak-anaknya, baik dalam urusan pribadi atau urusan rumah tangganya secara umum. Model seperti ini memiliki kemampuan untuk nerimo dengan satu kata, satu cara, setiap harinya selama tiga puluh tahun, tanpa ada rasa jenuh!


Ketika Laki-Laki Memilih

Dari hasil survai di Eropa itu, dikomparasikan dengan pendapat banyak kalangan dari para pemuda, para suami seputar hasil survai itu, maka bisa kita lihat pendapatnya sebagai berikut :

Sebut saja namanya Muhammad Yunus (36) tahun, menikah semenjak sebelas tahun, ia berkomentar :

“Saya sepakat dengan hasil survai itu. Terutama sifat “banyak omong dan malas”. Tidak ada sifat yang lebih jelek dari perilaku mengumbar omongan, tidak bisa menahan lisan, siang-malam dalam setiap perbincangan, baik berbincangan serius atau canda, menjadikan suaminya dalam kondisi sempit, dan marah, apalagi suaminya telah menjalankan pekerjaan berat di luar, di mana ia membutuhkan ketenangan dan kejernihan pikiran di rumah.



Saya baru mengetahui dari rekan saya yang memiliki istri model ini, tidak bisa menahan lisannya di setiap pembicaraan, setiap waktu dan dengan semua orang. Suaminya telah menasehatinya berulang kali, agar bisa menahan omongan, namun ia tidak menggubris nasehatnya sehingga berakhir dengan perceraian.

Pada umumnya model istri yang banyak omong, itu lebih pemalas di rumahnya. Bagaimana ia menggunakan waktu yang cukup untuk mengurus rumah tangga dan anak-anaknya, sedangkan ia sibuk ngobrol dengan para tetangga dan teman?!.

Jamil Abdul Hadi, sebut saja namanya begitu, insinyur berumur 34 tahun, menikah semenjak 9 tahun, ia berkomentar :

“Tidak ada yang lebih buruk dari model perempuan yang materialistis, selalu menuntut setiap saat, meskipun suaminya menuruti permintaannya, ia terus meminta dan menuntut!!


Tipe perempuan ini, sayangnya tidak mudah menerima perubahan menuju lebih baik, tidak gampang menyesuaikan diri dalam kehidupan apa adanya. Boleh jadi kondisi demikian berangkat dari asuhan semenjak kecilnya. Saya tidak diuji Allah dengan model perempuan seperti ini, namun justru saya diuji dengan istri perasa dan cengeng.

Dengan tertawa Mahmud as Sayyid menerima hasil survai ini, ia berkomentar :

“Demi Allah, sungguh menarik ada lembaga atau Pusat Study yang menggelar survai dengan pembahasan seputar ini. Survai ini meskipun memiki cara pandang dan penilaian yang berbeda-beda, namun terungkap bahwa cara pandang itu satu sama lain tidak saling bertentangan…”


Lain lagi dengan Mahmud, sebut saja begitu. Belum menikah, mahasiswa di universitas. Ia berujar tentang mimpinya, yaitu istri yang akan mendampinginya, ia mengharap :

“Pasti saya menginginkan tidak mendapatkan istri yang memiliki tipe sebagaimana hasil survai di atas. Tetapi mengingat tidak ada istri yang “sempurna”, karena itu saya masih mungkin menerima tipe perempuan di atas kecuali tipe perempuan pembohong. Istri pembohong akan lebih mudah mengkhianati, tidak menghormati hubungan suami-istri, tidak memelihara amanah, tidak bisa dipercaya. Setiap orang pada umumnya tidak menyenangi sifat bohong, baik laki-laki maupun perempuan itu sendiri. Karena akan berdampak negative pada anak-anaknya, karena anak-anak akan meniru dirinya!!.


Ketika ia ditanya tentang tipe perempuan “kelaki-lakian”. Perempuan yang menyerupai laki-laki dalam segala hal dan menyanginya dalam segala hal. Ia berkomentar :

“Tidak masalah berhubungan dengan istri tipe seperti ini, selagi sifat “kelaki-lakian” tidak mengalahkan dan mengibiri sifat aslinya. Selagi ia masih mengemban kerja dan tugas yang sesuai dengan tabiat perempuan, seperti nikah, mengandung, menyusui dan lainnya.”

“Perempuan “kuat” menurut saya akan mengetahui bagaimana ia mengurus kebutuhan dirinya, mengarahkan dan mengatur keluarga dan anak-anaknya. Akan tetapi segala sesuatu ada batasnya yang tidak boleh diterjangnya. Sebagaimana seorang perempuan tidak suka terhadap laki-laki yang “banci”, seperti berbicara dan berperilaku layaknya perempuan. Sebagaimana juga laki-laki tidak suka terhadap perempuan yang mengedepankan sifat kelaki-lakian… segala sesuatu ada batas ma’kulnya. Jika melampaui batas sewajarnya, yang terjadi adalah dampak negatif.


Tidak ada seorang istri yang “sempurna”. Dan memang ada berbedaan cara penilaian dan cara pandang antara laki-laki satu dengan laki-laki lain. Namun ada kaidah umum yang disepakati oleh samua. Yaitu menolak sikap bohong, penipu, sebagaimana yang disebutkan sebelumnya.”

Semoga tulisan ini menambah informasi dan pengalaman buat para istri dan calon istri. Dan tentunya bermanfaat bagi laki-laki, sehingga para suami mampu bermu’asyarah bilma’ruf atau berhubungan dengan istri-istrinya dengan cara makruf, sebagaimana yang digariskan dalam Al qur’an. Allah swt. berfirman :


“Dan bergaullah dengan mereka (istri-istrimu) secara patut. Kemudian bila kamu tidak menyukai mereka, (maka bersabarlah) karena mungkin kamu tidak menyukai sesuatu, padahal Allah menjadikan padanya kebaikan yang banyak.” Al Nisa’:19


Dan karena perempuan adalah “syaqaiqur rijal saudara kembar laki-laki, belahan hidup laku-laki yang seharusnya saling mengisi dan menyempurnakan, untuk membangun “baiti jannati” sehingga keduanya mampu bersinergi untuk mewujudkan cita-cita bersama dalam pengembaraan kehidupan ini. Allahu a’lam

Sumber :


BACA JUGA 13 Hal Yang Disukai Pria Dari Wanita

Tips Memilih Istri ala Rasulullah Part 1

Respons: 0 komentar
istri solehah
Segala puji bagi Allah ta’ala. Shalawat serta salam semoga senantiasa tercurah kepada Rasulullah shallallahu alaihi wa sallam, keluarga dan sahabat beliau. Tanpa berpanjang lebar. Langsung saya akan paparkan hadits-hadits yang berisi tips bagaimanakah seorang pria memilih wanita yang hendak dijadikan istri. Check It out!!!

1. Istri yang Shalihah

Tips Pertama dan utama tentu mencari wanita yang shalihah . Kaum hawa yang senantiasa berusaha memenuhi hak Allah dan juga hak manusia dengan berbagai macam jenisnya. Mengenai tips ini Rasulullah shallallahu alaihi wa sallam bersabda  ( artinya ) : pilihlah ( wanita ) yang agamanya baik niscaya engkau akan beruntung ( HR Muslim no 1466 )

2. Istri yang cantik, bernasab baik, dan kaya

Jika terkumpul pada diri seorang wanita keshalihan, kecantikan, nasab yang baik dan kekayaan. Jika anda mampu maka jangan ragu untuk menikahinya. Tapi ingat yang utama adalah keshalihan.
Terkait hal ini beliau Shallallahu alaihi wa sallam bersabda  ( artinya ) :
wanita dinikahi karena 4 hal, karena hartanya, karena kecantikannya, karena nasabnya. ( HR Muslim no 1466 )

3. Carilah Gadis atau perawan

Rasulullah shallallahu alaihi wa sallam pernah bersabda kepada Jabir bin Abdillah Radhiallahu anhu ( artinya ) : ‘Mengapa engkau tidak menikahi gadis saja sehingga engkau dapat bermain-main dengannya dan ia pun bermain-main dengan-mu? ( H R Muslim no 715 )

4. Carilah Istri yang taat kepada suami dan cantik

Rasulullah shallallahu alaihi wa sallam bersabda ( artinya ) : wanita yang baik adalah wanita yang menyenangkan jika dipandang dan mentaati suami jika diperintah ( HR Ahmad no 7373)

Namun ada yang perlu diingat disini bahwa ketaatan istri pada suami hanya diperbolehkan pada hal-hal yang tidak bertentangan dengan hukum islam. Maka jika ada seorang istri diperintah oleh suami untuk membuka aurat dihadap lelaki lain yang bukan mahram haram bagi sang istri menuruti perintah suami

5. Carilah Istri yang Penyayang dan Subur

Abul Qasim Shallallahu alaihi wa sallam bersabda ( artinya ) :
Menikahlah kalian dengan wanita yang penyayang dan subur karena sesuangguhnya aku berbangga dengan banyaknya jumlah umatku diakhirat kelak ( HR Abu Daud no 2050 )

Sekian apa yang bisa disampaikan. Sengaja dibuat ringkas karena tujuannya hanya mengenalkan. Alhamdulillah aladzi bi ni’matihi tatimus shalihaat

Sumber 

KISAH ASIAH ( ISTERI FIR’AUN ) #2

Respons: 0 komentar
istri firaun "Ibu, adakah tuhan lain selain ayah? Adakah ibu sudah menganut agama yang dibawa oleh Musa? Mengapa ibu sanggup mengikut agama Musa? Bukankah ibu menyelamatkan Musa sewaktu kecil apabila dia akan dibunuh oleh ayah," anaknya bertanya pelbagai soal kepada Asiah dan menanti jawabannya.

Manusia biasa

"Fir’aun, ayah kamu itu adalah manusia biasa seperti kita semua dan bukan Tuhan. Tuhan sebenarnya adalah Allah, Tuhan semesta alam!" jawab Asiah tanpa perasaan takut dan gentar.

"Biar saya adukan perkara ini kepada ayah!," balas anaknya, lalu dia lari keluar dari bilik itu dan pergi mengadu kepada Fir’aun.


Fir’aun yang mendengar aduan anaknya merasa sangat marah dengan Asiah. Dia tidak menyangka Asiah sudah mengikuti ajaran Allah walaupun dia sudah melarang siapa saja di Negara Mesir untuk tidak mengikuti ajaran Allah.

Orang yang mengingkari larangan itu akan dijatuhkan hukuman berat jika diketahui oleh Fir’aun. Kini isterinya sudah mengikut ajaran Allah, maka dia harus berbuat sesuatu supaya isterinya keluar dari agama Allah.

"Dengarlah nasihat saya, wahai Asiah yang amat saya cintai dan sayangi.

"Keluarlah dari agama yang dibawa oleh Musa. Saya akan berikan segala harta dan istana di Mesir sebagai hadiah," Fir’aun coba dengan lembut membujuk Asiah dengan kata-kata manisnya.

"Saya tidak akan sekali-kali keluar dari agama ajaran Musa yang benar dan suci. Nanti saya akan dimurkai oleh Allah, tuhan yang mencipta saya.

"Jika saya tetap dalam agama ini, saya percaya Allah akan memberikan syurga yang lebih baik dari harta dan istana kamu," tegas Asiah yang tenang dan berani menatap mata Fir’aun yang menyala dengan api kemarahan.

Usaha Fir’aun membujuk isterinya menemui jalan buntu. Dia tidak mau menghukum Asiah karena perasaan kasih sayang dan cinta yang mendalam terhadap isterinya. Dia coba memikirkan cara lain bagi melembutkan hati Asiah supaya dia tidak beriman dengan ajaran nabi Musa.

Namun, semua ikhtiarnya gagal dan tidak menemui jalan penyelesaian. Fir’aun termenung. Wajahnya terbayang seribu kekecewaan karena gagal membujuk Asiah. Akhirnya, dia mengambil keputusan menggunakan kekerasan kepada Asiah supaya dia berpaling dari agama Musa.

"Pengawal, tangkap Asiah dan bawa dia kehadapan saya sekarang!," perintah Fir’aun dengan nada keras.

"Oleh karena kamu masih bersekukuh mau mengikuti ajaran agama Musa, maka saya jatuhkan hukuman berat ke atas kamu," kata Fir’aun lagi.

"Pengawal, bawa perempuan ini ke tanah tinggi dan ikatkan pada empat batang kayu. Pakukan empat kayu itu ke bumi dengan menelentangkan badan perempuan ini menghadap langit.

"Biarkan terik matahari yang panas, dan dingin malam menyiksanya," Fir’aun meminta para pengawalnya menjalankan hukuman ke atas Asiah dengan segera.

"Allah! Allah! Allah!," mulut Asiah tidak henti-henti menyebut kalimat Allah sepanjang hukuman itu dijalankan.

"Ya Allah! Saya mohon supaya dilindungi dari bencana Fir’aun dan dianugerahkan sebuah rumah di syurga," doa Asiah yang tersiksa dengan sinar matahari yang sangat panas dan terik.

Akhirnya Asiah dapat melihat rumahnya di syurga dengan kehendak Allah yang membuka hijabnya. Hatinya sangat gembira sehingga lupa pada penderitaan dan kesakitan yang sedang dialaminya.

Setelah beberapa lama waktu penyiksaan itu berlalu, Asiah akhirnya menghembuskan nafasnya yang terakhir dengan kalimat Allah di mulutnya.

Begitulah kisah wanita yang berhati baja. Dia tetap dalam keimanannya kepada Allah walaupun disiksa sehingga mati tanpa belas kasihan.

Semoga menjadi iktibar . InsyaAllah.


KISAH ASIAH ( ISTERI FIR’AUN ) Part #1

HIKMAH POLIGAMI DALAM ISLAM

Respons: 0 komentar
poligami
Islam membolehkan umatnya berpoligami bukanlah tanpa alasan atau tujuan tertentu. Keharusan berpoligami ini mempunyai hikmah-hikmah untuk kepentingan serta kesejahteraan umat Islam itu sendiri.

Di antaranya ialah :

~ Bahwa wanita itu mempunyai tiga halangan yaitu haid, nifas dan keadaan yang belum betul-betul sehat selepas melahirkan. Jadi, dalam keadaan begini, Islam mengharuskan berpoligami sampai empat orang isteri dengan tujuan kalau tiap-tiap isteri ada yang haid, ada yang nifas dan ada pula yang masih sakit sehabis nifas, maka masih ada satu lagi yang bebas. Dengan demikian dapatlah menyelamatkan suami daripada terjerumus ke jurang perzinaan pada saat-saat isteri berhalangan.

~ Untuk mendapatkan keturunan kerana isteri mandul tidak dapat melahirkan anak. Atau kerana isteri sudah terlalu tua dan sudah putus haidnya. Dalam pemilihan bakal isteri, Islam menyukai wanita yang dapat melahirkan keturunan daripada yang mandul, walaupun sifat-sifat jasmaniahnya lebih menarik. Ini dijelaskan oleh Rasulullah dengan sabdanya yang bermaksud, "Perempuan hitam yang mempunyai benih lebih baik dari wanita-wanita cantik yang mandul."

~ Bahwa kaum lelaki itu mempunyai daya kemampuan seks yang berbeda-beda. Andaikan suami mempunyai daya seks yang luar biasa, sedangkan isteri tidak dapat mengimbanginya atau sakit dan masa haidnya terlalu lama, maka poligami adalah langkah terbaik untuk memelihara serta menyelamatkan suami dari jatuh ke lembah perzinaan. Dengan poligami diharapkan agar dapat terhindar dari terjadinya perceraian kerana isteri mandul, sakit atau sudah terlalu tua.

~ Akibat peperangan yang biasanya melibatkan kaum lelaki, maka jumlah wanita akan lebih banyak baik mereka itu masih gadis mau pun janda. Dengan adanya poligami diharapkan janda-janda akibat peperangan itu dapat diselamatkan serta diberi perlindungan yang sempurna. Begitu juga untuk menghindari banyaknya jumlah gadis-gadis tua yang tidak dapat merasakan hidup berumahtangga dan berkeluarga.

~ Karena banyaknya kaum telaki yang berhijrah pergi merantau untuk mencari rezeki. Di perantauan, mereka mungkin kesepian baik ketika sehat mau pun sakit. Maka dalam saat-saat begini lebih baik berpoligami daripada si suami mengadakan hubungan secara tidak sah dengan wanita lain.

~ Untuk memberi perlindungan dan penghormatan kepada kaum wanita dari keganasan serta kebuasan nafsu kaum lelaki yang tidak dapat menahannya. Andaikan poligami tidak diperbolehkan, kaum lelaki akan menggunakan wanita sebagai alat untuk kesenangannya semata-mata tanpa dibebani satu tanggungjawab. Akibatnya kaum wanita akan menjadi simpanan atau pelacur yang tidak dilayani sebagai isteri serta tidak pula mendapatkan hak perlindungan untuk dirinya.

~ Untuk menghindari kelahiran anak-anak yang tidak sah agar keturunan masyarakat terpelihara dan tidak disia-siakan kehidupannya. Dengan demikian dapat pula menjamin sifat kemuliaan umat Islam. Anak luar nikah mempunyai hukum yang berbeda dari anak hasil pernikahan yang sah. Jika gejala ini dibiarkan berleluasa dan tidak ditangani dengan hati-hati ia akan bakal menghancurkan umat Islam dan merusakkan fungsi pernikahan itu sendiri.

Dengan keterangan-keterangan di atas, jelaslah poligami yang diharuskan dalam Islam bukanlah untuk memenuhi nafsu seks saja bagi kalangan kaum lelaki tetapi mempunyai maksud serta tujuan untuk keselamatan umat Islam seluruhnya. Islam juga tidak memandang mudah akan syarat-syarat yang dikenakan pada suami yang beristeri banyak. Sebab itulah bagi mereka secara tegas Allah ( SWT ) mengingatkan, tanggungjawab mereka bukanlah mudah. Andai kata ketentuan-ketentuan yang telah ditetapkan oleh Allah itu tidak dapat dipenuhi oleh setiap suami yang berpoligami, maka dia akan beroleh dosa. Ini sudah tentu bertentangan dengan ajaran Islam dan dilarang melakukannya.

"Dan para wanita mempunyai hak yang seimbang dengan kewajipannya menurut cara yang makruf.Akan tetapi para suami mempunyai satu tingkatan kelebihan daripada isterinya."[Al-Baqarah:228]

"TAAT DAN PATUHLAH DENGAN PERINTAH ALLAH...KERNA 'DIA' MAHA MENGETAHUI.."

wallahhuallam...

KISAH ASIAH ( ISTERI FIR’AUN ) #1

Respons: 0 komentar
siti asiah KISAH ASIAH BINTI MAHAZIM ( ISTERI FIR’AUN )

Tersebutlah alkisah di negeri Mesir terdapat kerajaan yang diketuai oleh raja yang terakhir bernama Fir’aun yang terkenal dengan keganasan dan tidak berperikemanusian. Setelah kematian isterinya beliau hidup sendirian tanpa teman hidup. Pada waktu itu tersebutlah satu kisah di mana ada seorang gadis jelita dari keturunan keluarga Imran yang baik-baik dan solehah yang bernama Siti Aisah yang senantiasa menjadi sebutan di kalangan pemuda-pemuda Mesir karena keperibadian dan kejelitaannya.

Kisah kejelitaan Siti Aisah telah sampai ke telinga Fir’aun dan suatu hari beliau punya keinginan untuk memperisterikan Asiah sebagai permaisurinya. Maka diutuskan seorang Menteri bernama Haman untuk merisik ( melamar ). Ibu bapak Asiah telah bertanya kepada Asiah tentang lamaran Fir’aun tetapi Aisah menolak lamaran tersebut dan berkata kepada kedua ibu bapaknya bahwa Fir’aun adalah seorang raja yang ingkar kepada Allah SWT dan tidak berperikemanusiaan.

Tidak lama kemudian Haman, utusan Fir’aun datang kembali untuk menanyakan tentang lamaran tersebut dan alangkah marahnya beliau setelah mendapat kabar bahwa lamaran Fir’aun telah ditolak. Ibu bapak Asiah dicaci dan dihina. Haman kemudian telah pulang dan memberitahu kepada Fir’aun akan berita buruk tersebut dan Fir’aun menjadi marah dan memerintahkan supaya kedua ibu bapak Asiah ditangkap. Mereka telah disiksa dan dimasukkan ke dalam penjara. Setelah itu Asiah ditangkap dengan menggunakan kekerasan dan kemudian dibawa ke istana Fir’aun dan bertemu dengannya. Di hadapan Fir’aun, Asiah kemudian dipertemukan dengan kedua ibu bapaknya di dalam penjara. Asiah amat sedih melihat keadaan kedua orang tuanya yang disiksa oleh Fir’aun.

Kemudian Fir’aun berkata :

“Hai Asiah, jika engkau seorang anak yang baik, tentulah engkau akan sayang terhadap kedua orang tuamu, engkau boleh pilih satu antara dua. Kalau kau menerima lamaranku berarti engkau akan hidup senang dan akan aku bebaskan kedua orang tuamu. Dan sebaliknya jika engkau menolak lamaranku, maka aku akan perintahkan mereka untuk membakar hidup-hidup kedua orang tuamu di hadapanmu.”

Oleh karena ancaman itu, maka Siti Asiah terpaksa menerima pinangan Fir’aun akan tetapi beliau telah meletakkan beberapa syarat :

1. Bahwa Fir’aun harus membebaskan kedua ibu bapaknya.
2. Harus membuatkan rumah yang indah lengkap dengan perkakas
3. Bahwa orang tuanya harus dijamin kesehatan beserta makan dan minumnya.
4. Bahwa Asiah bersedia menjadi isteri Fir’aun, hadir dalam acara-acara tertentu tetapi tidak bersedia tidur bersama Fir’aun.

Sekiranya permintaan-permintaan tersebut tidak disetujui, beliau rela mati dibunuh bersama kedua ibu bapaknya.

Akhirnya Fir’aun setuju menerima syarat-syarat tersebut dan memerintahkan agar rantai belenggu yang ada di kaki dan tangan Asiah dibuka. Akhirnya Asiah hidup mewah dan tinggal bersama-sama Fir’aun di dalam istana yang indah. Akan tetapi ia tidak membawa pengaruh terhadap kehidupan pribadi Asiah. Aisah tidak pernah ingkar terhadap perintah agama dan beliau tetap taat mengerjakan ibadah kepada Allah SWT. Pada malam hari beliau selalu mengerjakan solat dan beribadah kepada Allah SWT. Beliau senantiasa berdoa agar kehormatannya tidak disentuh oleh orang kafir meskipun suaminya Fir’aun. Untuk menyelamatkan Asiah dan menjaga kehormatannya, Allah SWT telah menciptakan iblis yang menyamar dirinya sama seperti rupa Asiah untuk tidur bersama Fir’aun.

Fir’aun sebenarnya mempunyai seorang pegawai yang amat dipercayai dan rapat dengannya yang bernama Hazaqil. Hazaqil telah berhasil merahasiakan identitasnya yang sebenarnya. Hazaqil amat taat dan beriman kepada Allah SWT. Beliau adalah suami Siti Masyithah yang bekerja sebagai juru hias istana yang juga amat taat dan beriman kepada Allah SWT.

Pada suatu hari maka terjadilah perdebatan yang hebat antara Fir’aun dengan Hazaqil karena Fir’aun telah menjatuhkan hukuman mati terhadap ahli sihir yang beriman kepada Nabi Musa AS. Hazaqil menentang keras terhadap hukuman yang dijatuhkan kepada mereka semua karena mereka semuanya beriman kepada Allah SWT. Mendengar akan kata-kata Hazaqil, Fir’aun menjadi marah. Akhirnya Fir’aun tahu yang sebenarnya bahwa Hazaqil telah ingkar kepadanya sehingga Fir’aun memberi hukuman mati kepada Hazaqil. Hazaqil menerimanya dengan tabah dan tidak merasa gentar demi untuk membela kebenaran. Hazaqil telah meninggal dunia dengan kedua-dua tangannya diikat pada pohon kurma dengan tembusan beberapa anak panah. Isterinya yang bernama Masyitah amat sedih sekali di atas kematian suaminya yang tersayang itu. Beliau senantiasa dirundung kesedihan dan tiada lagi tempat mengadu kecuali kepada 2 orang anaknya yang masih kecil. Pada suatu hari Masyitah telah mengadu nasib kepada Asiah mengenai nasib yang menimpa dirinya. Di akhir perbicaraan mereka, Asiah juga telah menceritakan tentang keadaan dirinya yang sebenar. Hasil dari perbicaraan itu, barulah kedua-duanya mengetahui perkara sebenar bahwa mereka adalah wanita yang amat beriman kepada Allah SWT dan Nabi Musa AS.

ASIAH binti Mazahim merupakan seorang wanita Mesir yang baik budi pekertinya dan bijaksana dalam pemikirannya. Oleh karena dia memiliki kecantikan yang tiada ada bandingan, dia dipaksa kawin dengan Fir’aun, raja Mesir yang berkuasa pada waktu itu.

Pada suatu hari ketika Aisah sedang duduk bersantai bersama dayang-dayang istana, dia melihat sebuah kotak kayu terapung-apung di tepian sungai yang mengalir melintasi istana Fir’aun.

"Ambil kotak itu dan bawa kepada saya," perintah Asiah kepada salah seorang dayang yang berdiri di sampingnya.

Dayang itu berlari ke arah kotak yang sedang terapung-apung di tepian sungai. Dia mengangkat kotak kayu itu dari permukaan sungai lalu dibawakan kepada Asiah. Dia berdebar-debar untuk mengetahui isi kandungan kotak kayu itu.

"Lucunya bayi lelaki dalam kotak kayu ini!," teriak Asiah ketika penutup kotak kayu itu terbuka.

Pada waktu itu, Fir’aun memerintahkan kepada masyarakatnya untuk membunuh semua bayi lelaki Bani Israel karena dia bermimpi bayi tersebut akan menghancurkan dan membinasakan kerajaan pemerintahan Fir’aun.

Ketika berita penemuan bayi lelaki itu sampai ke telinga Fir’aun, maka dia bergegas ke tempat Asiah dan bayi lelaki itu.
"Pengawal! Bunuh bayi ini sekarang..." Perintah Fir’aun kepada pengawal yang mengiringinya ke kamar Asiah.

"Bukankah kita tidak mempunyai anak lelaki. Anak lelaki ini dapat kita jadikan anak angkat. Saya mohon agar bayi ini tidak dibunuh karena saya sudah sayang kepadanya.

“Dia akan memberikan manfaat kepada kita berdua apabila dewasa nanti," Asiah menghalangi niat jahat Fir’aun dengan kata-kata bijaksananya.

"Baiklah. Saya tidak akan bunuh bayi ini karena perasaan cinta saya pada kamu," Fir’aun setuju dengan permintaan isterinya, lalu keluar dari kamar itu.

Asiah memberi nama Musa kepada bayi tersebut dan mengasuhnya dewasa di istana Fir’aun.

Ketika nabi Musa mula berdakwah menyebarkan ajaran Allah, maka Asiah menjadi salah seorang pengikutnya tanpa sepengetahuan Fir’aun dan orang sekelilingnya.

Pada suatu hari, Asiah duduk menyisir rambut anak perempuannya di kamar tidur. Tiba-tiba sikat yang digunakan Asiah untuk menyisir rambut anaknya jatuh dengan kehendak Allah.

Asiah yang terkejut dengan kejadian itu terus berkata, "Binasalah Fir’aun yang dilaknat Allah dengan izinnya."

"Dengan nama Allah," ucap Asiah tanpa menyadari anaknya memperhatikan perbuatannya dengan perasaan heran.

"Ibu, adakah tuhan lain selain ayah? Adakah ibu sudah menganut agama yang dibawa oleh Musa? Mengapa ibu sanggup mengikut agama Musa? Bukankah ibu menyelamatkan Musa sewaktu kecil apabila dia akan dibunuh oleh ayah," anaknya bertanya pelbagai soal kepada Asiah dan menanti jawabannya.

bersambung di KISAH ASIAH BINTI MAHAZIM ( ISTERI FIR’AUN ) Part 2

Copyright © Pojok Cerita Cinta

Sponsored By: GratisDesigned By: Habib Blog