Siapkah Anda Menikah ?

Respons: 0 komentar
Banyak hal yang mempengaruhi keputusan seseorang ketika memutuskan hendak berumah tangga. Jika detik ini Anda merasa yakin menikahinya, tak ada salahnya menilai kesiapan diri Anda dengan meniliti kembali hal-hal yang mendasari keputusan Anda untuk menikah. Siapkah Anda menikah ??

1. NIAT
Mengapa Anda memutuskan untuk segera menikah ? Beberapa jawaban terhadap pertanyaan itu diantaranya : merasa sudah tiba saaatnya, tidak punya pilihhan lain, menuruti nasehat orang tua, malu karena semua teman dan saudara sebaya telah berkeluarga, dan merasa berhutang budi pada calon pasangan atau keluarganya. Jika salah satunya sesuai dengan yang Anda pikirkan, lebih baik luruskan dulu niat Anda sebelum melangkah ke gerbang pernikahan. Tanyakan pada nurani. Asahlah lagi nilai-nilai agama agar dapat melandasi niat suci Anda untuk menikah.

2. TUJUAN
Apa tujuan Anda menikah ? Jawaban pertama bisa jadi untuk menyalurkan kebutuhan biologis, memperoleh keturunan, atau untuk memiliki teman hidup. Jawaban kedua adalah untuk beribadah kepada Allah SWT. Jika jawaban Anda adalah ibadah, artinya Anda memang memahami hakekat dan tujuan jangka panjang pernikahan. kesiapan Anda bukan omomng kosong. Namun jika jawaban Anda termasuk dalam kategori yang pertama, tak ada salahnya Anda renungi sekali lagi makna pernikahan yang akan Anda jalani. Jangan sampai salah tujuaan atau tidak punya tujuan sama sekali.

3. DIA PASANGAN TERBAIK
Apa alasan Anda menikahinya ? Jawaban Anda pasti karena dia adalah yang terbaik. Apa kriteria terbaik menurut Anda ? Memiliki penghasilan tinggi, rumah, kendaraan dan tabunga. Baik, bertanggung jawab, pengertian, jujur, humoris ? Cantik atau tampan ? Pernahkah Anda menegur dia karena melalaikan shalat tapi 3 hari kemudian dia mengulanginya lagi dengan alasan sibuk ? Pernahkah Anda melihatnya ( bila si dia laki-laki ) sibuk bernegosiasi dengan klien di suatu Jumat siang ? Jika mayoritas jawaban Anda atas pertanyaan di atas adalah ya, pikirkan dengan matang apakah benar Anda mau menikahinya ?

4. DUKUNGAN KELUARGA
Banyak orang mengatakan bila Anda memutuskan untuk menikahinya, artinya Anda menikahi keluarganya. Hubungan mertua – menantu – ipar kerap menimbulkan kekhawatiran bagi calon pengantin. Ingat baik-baik sambutan mereka terhadap Anda : hangat, biasa saja atau cenderung dingin. Anda boleh bernapas lega jika mereka memperlakukan Anda dengan ramah. Tapi jika berhubungan dengan mereka membuat Anda merasa tidak nyaman dan mereka pun tampak kurang menyukai Anda, mengapa Anda begitu yakin untuk segera menikah ?

5. SIAP DENGAN SEGALA KONSEKUENSI
Sejak pengucapan ijab qabul di depan wali dan saksi, suami-istri harus memahami hak dan kewajiban masing-masing. Anda dituntut untuk menerima kekurangannya, saling mendukung di saat-saat sulit dsb. Bila Anda merasa siap mengurangi ego, berarti Anda siap mengarungi bahtera rumah tangga. Namun jika Anda merasa hingga saat ini masih cnderung egois dan sulit mengalah dari orang lain, tak ada salahnya menata diri terlebih dahulu sebelum memutuskan untuk menikah.

Copyright © Pojok Cerita Cinta

Sponsored By: GratisDesigned By: Habib Blog