Tampilkan postingan dengan label hikmah. Tampilkan semua postingan
Tampilkan postingan dengan label hikmah. Tampilkan semua postingan

Emotional Healing

Respons: 0 komentar
Semalem nonton TV kebanggaan nusantara yaitu TVRI. Pertama tertarik karena disana nara sumbernya Ustad Felix Siauw, Jarwo Kuat dan satu lagi sang ahli emotional healing yaitu Irma Rahayu. Sebenarnya sama Irma Rahayu ini saya tidak kenal.

Perkataan yang saya ingat adalah :
1. Kita itu boleh marah tapi tidak boleh marah-marah. Kalau mau marah juga harus dipikir dulu kenapa saya harus marah. Jadi marah itu harus ada penyebabnya yang pasti. Setelah emosinya reda baru dibilangin kenapa ini gak boleh dan akibatnya akan begini. Dan dalam kondisi ini pesan akan masuk.
2. Kalau kita punya anak yang nakal banget dan susah dibilangin, pegang dia terus suruh tatap mata anda ! ( emang mau dihipnotis ). Sambil menatap matanya  bacain doa ( bisa Al Fatekah atau surat / ayat apa saja ). Tujuannya adalah kata Mbak Irma sending love, dan sang anak pasti akan ngerasain.
3. Kalau punya anak abg yang nakal dan gak kerasaan dirumah berarti dia gak nyaman dirumah. Nah kita harus cari tahu penyebabnya.
Nasehat ini juga berlaku buat nasehatin anak yang suka pacaran. Coba deh be a fren dari anak anda, biar anak anda curhat. ( ini mah sulit yaa .. )..

Nah pas di sesi tanya jawab dengan audien, ada seorang audien cewek dia nanya begini :
" Dia pernah ngimpi pacaran dan hamil diluar nikah". Nah si penanya ini sampai ketakutan sampai sekarang takut mimpinya jadi kenyataan dan satu lagi bagaimana cara menghilangkan cinta..

Jawaban Ustad Felix Siauw singkat dan simpel :
biar gak kejadian dan ketakutan seperti itu jawabannya gampang menikahlah otomatis semua ketakutan akan hilang.

semoga bermanfaat ya ...

[renungan] Sayangku ( dalem banget )

Respons: 0 komentar
sayangku


SAYANG:
sayang jika aku jatuh nanti, bantu q tuk bangun, obati lukaku dan hapus air mataku jika aku buta, bimbing langkahku, terangi mimpiku jika aku bersedih, tunjukan aku bahagia, ajarkan aku senyum dan perlihatkan padaku ceriamu
tapi:
tapi jika aku MATI, jangan menangis, jangan kecewa, & jangan terluka, karena jika kau menangis, aku tak mampu bangun lagi tuk menghapus air matamu

I LOVE U FULL:

Kisah mengharukan, anak yang mencoret mobil ayahnya

Respons: 0 komentar
anak kecil nangis
Sepasang suami isteri seperti pasangan lain di kota-kota besar meninggalkan anak-anak diasuh pembantu rumah sewaktu bekerja. Anak tunggal pasangan ini, perempuan cantik berusia tiga setengah tahun. Sendirian ia di rumah dan kerap kali dibiarkan pembantunya karena sibuk bekerja di dapur. Bermainlah dia bersama ayun-ayunan di atas buaian yang dibeli ayahnya, ataupun memetik bunga dan lain-lain di halaman rumahnya. 

Suatu hari dia melihat sebatang paku karat. Dan ia pun mencoret lantai tempat mobil ayahnya diparkirkan, tetapi karena lantainya terbuat dari marmer maka coretan tidak kelihatan. Dicobanya lagi pada mobil baru ayahnya. Ya… karena mobil itu bewarna gelap, maka coretannya tampak jelas. Apalagi anak-anak ini pun membuat coretan sesuai dengan kreativitasnya. 

Hari itu ayah dan ibunya bermotor ke tempat kerja karena ingin menghindari macet. Setelah sebelah kanan mobil sudah penuh coretan maka ia beralih ke sebelah kiri mobil. Dibuatnya gambar ibu dan ayahnya, gambarnya sendiri, lukisan ayam, kucing dan lain sebagainya mengikut imaginasinya. . Kejadian itu berlangsung tanpa disadari oleh si pembantu rumah. 

Saat pulang petang, terkejutlah pasangan suami istri itu melihat mobil yang baru setahun dibeli dengan bayaran angsuran yang masih lama lunasnya. Si bapak yang belum lagi masuk ke rumah ini pun terus menjerit, “Kerjaan siapa ini !!!” …. Pembantu rumah yang tersentak dengan jeritan itu berlari keluar. Dia juga beristighfar. Mukanya merah padam ketakutan lebih-lebih melihat wajah bengis tuannya. Sekali lagi diajukan pertanyaan keras kepadanya, dia terus mengatakan,  "Saya tidak tahu..tuan”. “Kamu dirumah sepanjang hari, apa saja yang kau lakukan ?” hardik si isteri lagi. 

Si anak yang mendengar suara ayahnya, tiba-tiba berlari keluar dari kamarnya. Dengan penuh manja dia berkata “Dita yang membuat gambar itu ayah.. cantik … kan !” katanya sambil memeluk ayahnya sambil bermanja seperti biasa. Si ayah yang sudah hilang kesabaran mengambil sebatang ranting kecil dari pohon di depan rumahnya, terus dipukulkannya berkali-kali ke telapak tangan anaknya. Si anak yang tak mengerti apa apa menagis kesakitan, pedih sekaligus ketakutan. Puas memukul telapak tangan, si ayah memukul pula belakang tangan anaknya. 

Sedangkan Si ibu cuma mendiamkan saja, seolah merestui dan merasa puas dengan hukuman yang dikenakan. Pembantu rumah terbengong, tidak tahu harus berbuat apa… Si ayah cukup lama memukul-mukul tangan kanan dan kemudian ganti tangan kiri anaknya. Setelah si ayah masuk ke rumah diikuti si ibu, pembantu rumah tersebut menggendong anak kecil itu, membawanya ke kamar. 

Dia terperanjat melihat telapak tangan dan belakang tangan si anak kecil luka-luka dan berdarah. Pembantu rumah memandikan anak kecil itu. Sambil menyiramnya dengan air, dia ikut menangis. Anak kecil itu juga menjerit-jerit menahan pedih saat luka-lukanya itu terkena air. Lalu si pembantu rumah menidurkan anak kecil itu. Si ayah sengaja membiarkan anak itu tidur bersama pembantu rumah. Keesokkan harinya, kedua belah tangan si anak bengkak. Pembantu rumah mengadu ke majikannya. “Oleskan obat saja!” jawab bapak si anak. 

Pulang dari kerja, dia tidak memperhatikan anak kecil itu yang menghabiskan waktu di kamar pembantu. Si ayah konon mau memberi pelajaran pada anaknya. Tiga hari berlalu, si ayah tidak pernah menjenguk anaknya sementara si ibu juga begitu, meski setiap hari bertanya kepada pembantu rumah. “Dita demam, Bu”…jawab pembantunya ringkas. “Kasih minum panadol aja ,” jawab si ibu. Sebelum si ibu masuk kamar tidur dia menjenguk kamar pembantunya. Saat dilihat anaknya Dita dalam pelukan pembantu rumah, dia menutup lagi pintu kamar pembantunya. 

Masuk hari keempat, pembantu rumah memberitahukan tuannya bahwa suhu badan Dita terlalu panas. “Sore nanti kita bawa ke klinik.. Pukul 5.00 sudah siap” kata majikannya itu. Sampai saatnya si anak yang sudah lemah dibawa ke klinik.. Dokter mengarahkan agar ia dibawa ke rumah sakit karena keadaannya susah serius. 

Setelah beberapa hari di rawat inap dokter memanggil bapak dan ibu anak itu. “Tidak ada pilihan..” kata dokter tersebut yang mengusulkan agar kedua tangan anak itu dipotong karena sakitnya sudah terlalu parah dan infeksi akut…”Ini sudah bernanah, demi menyelamatkan nyawanya maka kedua tangannya harus dipotong dari siku ke bawah” kata dokter itu. Si bapak dan ibu bagaikan terkena halilintar mendengar kata-kata itu. Terasa dunia berhenti berputar, tapi apa yg dapat dikatakan lagi. 

Si ibu meraung merangkul si anak. Dengan berat hati dan lelehan air mata isterinya, si ayah bergetar tangannya menandatangani surat persetujuan pembedahan. Keluar dari ruang bedah, selepas obat bius yang disuntikkan habis, si anak menangis kesakitan. Dia juga keheranan melihat kedua tangannya berbalut kasa putih. Ditatapnya muka ayah dan ibunya. Kemudian ke wajah pembantu rumah. Dia mengerutkan dahi melihat mereka semua menangis. Dalam siksaan menahan sakit, si anak bersuara dalam linangan air mata. “Ayah.. ibu… Dita tidak akan melakukannya lagi…. Dita tak mau lagi ayah pukul. Dita tak mau jahat lagi… Dita sayang ayah., sayang ibu.”, katanya berulang kali membuatkan si ibu gagal menahan rasa sedihnya. “Dita juga sayang Mbok Narti..” katanya memandang wajah pembantu rumah, sekaligus membuat wanita itu meraung histeris.

“Ayah.. kembalikan tangan Dita. Untuk apa diambil.. Dita janji tidak akan mengulanginya lagi! Bagaimana caranya Dita mau makan nanti?… Bagaimana Dita mau bermain nanti?… Dita janji tdk akan mencoret-coret mobil lagi, ” katanya berulang-ulang. Serasa hancur hati si ibu mendengar kata-kata anaknya. Meraung-raung dia sekuat hati namun takdir yang sudah terjadi tiada manusia dapat menahannya. Nasi sudah jadi bubur. Pada akhirnya si anak cantik itu meneruskan hidupnya tanpa kedua tangan dan ia masih belum mengerti mengapa tangannya tetap harus dipotong meski sudah minta maaf… 

Tahun demi tahun kedua orang tua tsb menahan kepedihan dan kehancuran bathin sampai suatu saat Sang Ayah tak kuat lagi menahan kepedihannya dan wafat diiringi tangis penyesalannya yang tak bertepi…, Namun…., si Anak dengan segala keterbatasan dan kekurangannya tsb tetap hidup tegar bahkan sangat sayang dan selalu merindukan ayahnya.. Renungan: setelah membaca cerita ini...mengajak kita semua untuk lebih berpikir sebelum melakukan sesuatu...karena kita tidak tau apa yang bakal terjadi oleh kelakuan kita sendiri...^^

SUMBER:
http://ceri.ws/18177

DOA SEORANG ANAK YANG MENGGETARKAN HATI

Respons: 0 komentar
Mulanya sang Ibu tidak begitu terkejut melihat putranya pergi ke masjid menunaikan shalat jamaah lima kali dalam sehari semalam. Bahkan, tampak seakan ia tidak rela bila buah hatinya yg masih kanak2 melaksanakah smua shalat lima waktu. Baginya, sang anak masih terlalu hijau untuk melaksanakan shalat. Seolah shalat telah merampas buah hatinya, dan tidak memberinya manfaat. Shalat tlah membuat anaknya penat, dan sungguh tidak menyenangkan. Shalat hanya menyia-nyiakan waktunya dan tidak membuatnya disiplin.

Namun sungguh menakjubkan, di usianya yg tidak lebih dari sepuluh tahun, si anak dengan polos menjawab kegalauan ibunya. Ia menolak dengan halus keinginan ibunya agar ia tidak perlu bersusah payah untuk shalat,

“Ibu, dengan shalat aku merasa bahagia sekali. Dengan shalat, aku merasa lebih giat, waktuku teratur dengan baik, PR sekolah mampu aku kerjakan semuanya, pelajaran sekolah dapat aku ulangi, dan aku masih punya waktu untuk bermain.”

Saat sang ibu merasa tidak mampu lagi untuk membujuk buah hatinya untuk meninggalkan ketekunannya melaksanakan shalat berjamaah yg dianggapnya semua itu terlalu dini bagi anaknya, ia pun mengadukan persoalan buah hatinya itu kepada sang suami. Sang ibu benar-benar merasa bahwa shalat telah menguasai pikiran anaknya.

Sang suami berusaha menghibur istrinya yang cemas dgn mengatakan,

“Biarkan saja, itu kan hanya perilaku kanak-kanak . Kalau ia sudah bosan dan putus asa, ia akan kembali pada perilakunya semula.”

Hati pun terus bergulir, ucapan sang suami yang menjadi harap sang ibu belum juga muncul tanda-tanda akan terwujud, sementara sang buah hati, bertambah cintanya pada shalat. Semakin kuat keteguhannya melakukan shalat dan tidak pernah lagi terbendung tekad bulatnya untuk selalu shalat berjamaah di masjid.

Hingga suatu pagi di hari Jum`at, sang ibu tampak sangat gelisah. Sudah setengah jam lebih dari shalat shubuh selesai ditunaikan, sang buah hati belum juga beranjak dari kamarnya. Sambil agak terburu-buru ia bergegas menuju kamar sang buah hati, takut dan cemas membayangi hatinya.

Hampir saja sang ibu memasuki pintu kamar buah hatinya yang terbuka saat terdengar lamat-lamat kata bercampur isak tangis. Sang buah hati terlaut dalam khusyuknya doa,

“Ya Rabb, berilah petunjuk kepada ibuku, berilah petunjuk kepada ayahku, sadarkanlah keduanya agar mau menunaikan shalat dan taat kepada-Mu sehingga keduanya tidak masuk neraka.”


anak berdoa

Sang ibu tak kuasa membendung deraian air matanya saat mendengar doa sang buah hati. Air matanya terus membasahi kedua pipi, membasuh hati dan melapangkan dadanya. Ia bergegas menuju kamarnya untuk membangunkan suaminya dan mengajaknya mendengarkan doa buah hatinya.

Keduanya mendapati buah hatinya meneruskan untaian doanya,

“Ya Rabb, Engkau telah berjanji akan memperkenankan doa kami. Aku mohon kepada-Mu wahai Rabb, perkenankan doaku, dan berilah hidayah kepada ayah dan ibuku. Aku cinta pada mereka, dan mereka pun cinta kepadaku. Ya Allah , sayangilah mereka sebagaimana aku sangat menyayangi ayah dan bundaku.”

Sang ibu tak kuasa lagi menahan diri. Ia memeluk buah hatinya. Ia bekap buah hatinya erat-erat dalam dadanya. Sang ayah pun tak kuasa menahan haru. Ia dekap anak dan istrinya seraya berucap kepada buah hatinya,

“Anakku sayang, Allah telah memperkenankan doamu.”
 
Sejak itu, keduanya senantiasa melaksanakan shalat lima waktu dan teguh menunaikan perintah-perintah Allah. Keduanya mendapat hidayah melalui perantara buah hatinya.

Subhanallah,,, Maha Suci Allah .. Begitu kasih sayang Nya menaungi seluruh hamba Nya .. hidayah dan karunia Rabb datang melalui untaian doa sayang putranya yang sholeh ..

Subhallah dan Semoga Bermanfaat

KISAH AKIBAT MEMBUKA AURAT DI FACEBOOK

Respons: 0 komentar
abg seksi
Renungan... Kisah ini mengenai seorang hamba Allah. Dia merupakan seorang wanita yang aktif berfacebook. Dalam facebook nya mempunyai banyak koleksi foto yang tidak menutup aurat. Selepas dia meninggal dunia, ibunya senantiasa bermimpi dia merayu kepada ibunya supaya menghapus foto-fotonya yang tidak menutup auratnya di facebook. Malangnya tiada siapa yang mengetahui password Facebooknya. Jadi, kemungkinan besar, rohnya tidak tenang dengan dosa auratnya yang dibiarkan begitu saja menjadi tatapan umum….

Dan ingatlah, azab untuk kita yang sengaja membiarkan aurat kita dilihat oleh lelaki bukan mahram adalah dosa yang besar dan dapat membawa ke dalam Api Neraka Allah. Semoga kisah ini menjadi ikhtibar dan pelajaran buat kita, supaya tidak mengupload gambar kita yang tidak menutup aurat dengan sempurna, kita tak tahu bila kita akan mati. Jadi, tolonglah kalau anda sayangkan diri anda, hapuslah gambar yang tidak sepatutnya. Jangan sampai yang WAJIB ini kita main-mainkan dan dosa ini kita lakukan tanpa RASA APA-APA.

Ingatlah aurat laki-laki yang harus dijaga diantara lutut dan pusar sedangkan aurat perempuan adalah seluruh tubuh kecuali wajah dan kedua telapak tangannya. Sadarlah sahabatku, WALAU IKHLAS ATAU TIDAK YANG NAMANYA MENUTUP AURAT WAJIB DILAKUKAN. Jika Ikhlas maka berpahala tetapi jika tidak Ikhlas maka sekurang-kurangnya kita TERHINDAR DARI DOSA.


Jangan dijadikan Ikhlas sebagai Alasan untuk menghalalkan yang Haram.

"Ingat ini saham dosa kita yg ditatap oleh ribuan orang bahkan lebih dari jutaan saat yang dengan mudahnya melihat foto kita."

Apabila telah sampai masanya – baru lah Penyesalan Sudah Tidak Berguna. Dan semoga rohnya dicucuri rahmat Illahi.Terlepas benar atau salah cerita di atas, menutup aurat memang menjadi kewajiban.

Malam Pesta Seorang Pengantin Wanita

Respons: 0 komentar
mempelai wanita


Bismillahirr Rahmanirr Rahim …

Kisah nyata yang diceritakan oleh Syaikh Abdul Muhsin Al Ahmad ini terjadi di Abha, ibu kota Provinsi Asir Arab Saudi.

“Setelah melaksanakan shalat Maghrib dia berhias, menggunakan gaun pengantin putih yang indah, mempersiapkan diri untuk pesta pernikahannya. Lalu dia mendengar azan Isya, dan dia sadar kalau wudhunya telah batal.

Dia berkata pada ibunya : “Bu, saya mau berwudhu dan shalat Isya.”

Ibunya terkejut : “Apa kamu sudah gila? Tamu telah menunggumu untuk melihatmu, bagaimana dengan make-up mu? Semuanya akan terbasuh oleh air.”

Lalu ibunya menambahkan : “Aku ibumu, dan ibu katakan jangan shalat sekarang! Demi Allah, jika kamu berwudhu sekarang, ibu akan marah kepadamu”

Anaknya menjawab : “Demi Allah, saya tidak akan pergi dari ruangan ini, hingga saya shalat. Ibu, ibu harus tahu “bahwa tidak ada kepatuhan kepada makhluk dalam kemaksiatan kepada Pencipta”!!

Ibunya berkata : “ Apa yang akan dikatakan tamu-tamu kita tentang mu, ketika kamu tampil dalam pesta pernikahanmu tanpa make-up?? Kamu tidak akan terlihat cantik dimata mereka! dan mereka akan mengolok-olok dirimu !

Anak nya berkata dengan tersenyum : “Apakah ibu takut karena saya tidak akan terrlihat cantik di mata makhluk? Bagaimana dengan Penciptaku? Yang saya takuti adalah jika dengan sebab kehilangan shalat, saya tidak akan tampak cantik dimata-Nya”.

Lalu dia berwudhu, dan seluruh make-up nya terbasuh. Tapi dia tidak merasa bermasalah dengan itu.

Lalu dia memulai shalatnya. Dan pada saat itu dia bersujud, dia tidak menyadari itu, bahwa itu akan menjadi sujud terakhirnya.

Pengantin wanita itu wafat dengan cara yang indah, bersujud di hadapan Pencipta-Nya.

Ya, ia wafat dalam keadaan bersujud. Betapa akhir yang luar biasa bagi seorang muslimah yang teguh untuk mematuhi Tuhannya!

Banyak orang tersentuh mendengarkan kisah ini. Ia telah menjadikan Allah dan ketaatan kepada-Nya sebagai prioritas pertama.

“SUBHANALLAH”


sumber

Kisah Pertaubatan Sang Ahli Ibadat dan Pelacur

Respons: 0 komentar
Diriwayatkan dari Al Hasan;

Dulu ada seorang wanita pelacur yang sangat cantik. Dia tidak mau melayani kecuali jika dibayar seratus dinar.

Pada suatu hari ada seorang ahli ibadat melihatnya dan kemudian terpikat olehnya. Laki-laki itu akhirnya pergi mencari pekerjaan guna mengumpulkan uang sebanyak seratus dinar. Setelah uang sebanyak itu ia dapatkan, dia pun pergi menemui wanita itu seraya berkata, “Sesungguhnya aku tergoda oleh kecantikanmu, karenanya aku lalu pergi mencari pekerjaan untuk mendapatkan uang seratus dinar.”
“Silahkan masuk,” pinta si wanita itu.

Orang ahli ibadat itu kemudian masuk ke rumahnya. Di rumah wanita pelacur itu mempunyai sebuah tempat tidur terbuat dari emas. Wanita itu lalu duduk di tempat tidurnya seraya berkata, “Ayo cepat!”

Ketika laki-laki tersebut hendak memuaskan hasratnya kepada wanita tadi, seketika itu pun dia ingat akan kedudukan dirinya di sisi Allah dan gemetarlah seluruh persendiannya. Laki-laki itu lalu berkata kepada si wanita teman kencannya, “Biarlah aku keluar meninggalkanmu dan uang seratus dinar itu menjadi hakmu!”

“Apa yang terjadi kepada dirimu, bukankah kamu telah tergila-gila kepadaku hingga kamu pun memeras keringat untuk mendapatkan uang sebanyak seratus dinar? Sekarang kamu telah mendapatkan diriku, akan tetapi kamu justru meninggalkanku,” kata si wanita itu kepadanya.

“Ini karena aku takut kepada Allah dan juga atas kedudukanku di sisi-Nya. Kamu telah membenciku dan demikian juga kamulah orang yang paling aku benci,” kata laki-laki itu.

“Jika yang kamu katakan itu benar, aku tidak akan bersuami selain dengan dirimu,” jawab si wanita kepadanya.
“Biarkanlah aku keluar!” pinta laki-laki itu.
“Tidak, kecuali bila kamu bersedia menjadi suamiku!” desak wanita tadi.
“Tidak, biarkanlah aku keluar dulu!” jawab laki-laki tersebut.
“Apa yang membuatmu merasa berat bila aku datang memohon kepadamu untuk menikahi diriku?” kata wanita tersebut.

“Mungkin saja” jawabnya, sambil mengenakan cadar dengan kain bajunya, lalu keluar dari daerah tersebut. Demikian pula si wanita itu ikut keluar seraya bertaubat kepada Allah dan menyesali semua perbuatan yang pernah dilakukannya. Wanita itu terus berjalan hingga akhirnya sampailah dia ke tempat asal si laki-laki ahli ibadat itu. Si wanita itu lalu bertanya ke sana-kemari perihal laki-laki ahli ibadat yang pernah mendatanginya. Akhirnya jerih payahnya untuk menemukan laki-laki tersebut membuahkan hasil.

Seseorang lalu datang menghadap laki-laki ahli ibadat yang dimaksud wanita tersebut seraya berkata, “Sesungguhnya sang permaisuri telah datang kepadamu.”

Ketika sang ahli ibadat melihat kedatangan wanita itu, dia terkejut sambil menjerit dan jatuh dalam rengkuhan tangan si wanita itu. Ternyata dia telah meninggal dunia seketika itu juga. Si wanita itu lalu bertanya, “Si Fulan ini telah meninggalkan aku untuk selama-lamanya, apakah dia masih mempunyai sanak keluarga?”
“Saudaranya adalah seorang laki-laki yang miskin,” jawab mereka yang hadir.
“Jika demikian, aku akan menikah dengannya karena kecintaanku kepada saudaranya,” jawab si wanita itu.

Akhirnya wanita tersebut dinikahkan dengan saudara laki-laki si ahli ibadat itu. Dan dari hasil pernikahan tersebut, Allah SWT mengkaruniakan kepada mereka tujuh orang Nabi as.

(Ibnu Qudamah Al Maqdisy. Mereka yang kembali, ragam kisah taubatan nashuha. Penerbit Risalah Gusti. Surabaya. 1999)

Sumber

Pelacur Taubat dan Ustadzah Sesat

Respons: 0 komentar
Pelacur Taubat dan Ustadzah Sesat
Katrina, begitu orang biasa memanggilnya. Dia adalah seorang pelacur, yang menjual dirinya kepada banyak lelaki. Terkenal dibenci oleh ibu-ibu tetangganya, karena wajahnya yang super cantik dan memikat serta penampilannya yang seksi, selalu membuat para lelaki, suami mereka menjadi tak pernah berkedip dan melupakan isterinya. Banyak yang bercerai gara-gara Katrina. Seluruh perempuan yang benci kepadanya menyebut Katrina sebagai badai perusak rumah tangga. Harus disingkirkan, harus dimusnahkan. Jadilah mereka, setiap hari, setiap pagi, di teras depan rumah Kusminah, mengumpat Katrina tanpa henti.

“Tuh lihat, perempuan gila itu, sungguh aku jijik melihatnya.” Dengan sinis dan sarat kebencian, Jubaedah, yang suaminya kabur setelah digerebek warga saat sedang berdua tanpa busana dengan Katrina di rumahnya.
“Iya ya, sungguh berbeda dengan Masyitoh. Dia sangat alim, dan tak pernah berbuat dzolim.” Sahut Suhenah.

Masyitoh adalah kebalikan dari Katrina. Warga memanggilnya Ustadzah. Guru ngaji anak-anak warga kampung. Sangat alim dan bahkan sangat sopan dan penuh santun. Kepada siapa saja selalu senyum. Selalu bertegur sapa. Selalu nimbrung, bersosial kepada siapa saja yang sedang ngobrol. Tapi tidak kepada Katrina. Kecuali kepada Katrina. Karena dalam fikirannya, seorang pelacur adalah hina, kotor dan tak suci. Tak boleh ditemankan.

“Jangan berteman dengan tukang pandai besi, atau kita akan terkena pantulannya. Maka bertemanlah dengan penjual minyak wangi, agar kita terkena harum parfumnya.” Kata Masyithoh dalam ceramahnya siang itu, di pengajian rutin Ibu-ibu.
Maka semua warga otomatis sangat faham dengan materi ceramah Ustadzah Masyitoh tersebut. Sudah barang pasti tertuju kepada Katrina. Yang dimengerti oleh jema’ah pengajian adalah, jangan berteman dengan pelacur seperti Katrina, atau kamu akan mejadi sepertinya. Bertemanlah dengan Ustadzah Masyitoh, agar kamu bisa menjadi alim seperti dia. Warga semakin kagum dengan kepintaran Ustadzah Masyitoh dan kealimannya. Juga semakin membenci kepada Katrina, dan kepelacurannya.

Hari itu jam tiga sore, hujan turun begitu derasnya. Warga digegerkan dengan sebuah berita yang dikumandangkan lewat TOA oleh Ustadz Rohman, sesepuh warga.
“Innalillaahi waiinna ilaihi rooji’uun, telah berpulang ke rahmatulloh, Ustadzah Masyitoh binti KH. Zainal Abidin, dan Katrina binti Fulaanah pada pukul dua. Mereka meninggal dalam kecelakaan motor di jalan raya. Semoga arwah mereka ditempatkan di tempat yang semestinya. Alfaatihah…” Demikian Ustadz Rohman mengumumkan.
Ternyata Katrina dan Ustadzah Masyitoh bertabrakan ketika sedang mengendarai motor masing-masing. Seluruh warga, tentu saja lebih antusias dengan mengurusi jenazah Ustadzah Masyitoh yang alim dan guru ngaji mereka, daripada mengurusi Katrina. Yang mengurusi Katrina hanya sebagian orang saja, seperlunya, seadanya. Lagipula, Katrina memang tidak ketahui asal keluarganya.

Namun ada kejadian aneh yang tidak kalah mengherankan warga. Ketika warga bertanya-tanya kenapa pada saat ditemukannya jenazah Katrina, dia berkerudung, dan memakai busana yang tertutup sangat. Fikir warga, mungkin ini adalah salah satu yang menyebabkan Katrina tidak bisa mengendalikan sepeda motornya. Katrina tidak terbiasa dengan pakaian yang seperti itu, sehingga menyebabkannya bertabrakan dengan Ustadzah Masyitoh.

Sore itu, hujan mulai reda. Kubur digali. Jenazah Katrina dan Ustadzah Masyitoh dimandikan.
Saking betapa besarnya kebencian warga, sehingga menyolatkan jenazah Katrina pun tidak di tempat yang sama. Katrina di sholatkan di rumahnya dengan orang seadanya, sementara Ustadzah Masyitoh disholatkan di masjid. Tak diketahui keluarga asal Katrina, sehingga warga terpaksa menguburkannya di TPU setempat. Sedangkan Masyitoh dikuburkan di pemakaman keluarganya. Dan yang menyedihkan lagi, Katrina hanya digiring menuju pemakaman hanya dengan tidak lebih dari enam orang. Dua orang memanggul keranda, dan empat orang lagi penggali kuburnya. Ya, yang memanggul keranda itu hanya dua orang. Sebab sungguh terasa ringan jenazah Katrina saat dipanggul. Sedangkan jenazah Ustadzah Masyitoh, seluruh warga ikut menggiring. Dengan sholawat dikumandang begitu ramainya. Sungguh menandakan bahwa jenazah yang diarak adalah orang soleh, yang disegani warganya.

Sesampainya di pekuburan, sungguh para penggali sungguh tidak menemukan kesulitan. Bahkan seperti dimudahkan, tak ada halang rintang. Sementara di tempat lain, para penggotong keranda jenazah Ustadzah Masyitoh adalah empat orang yang bergantian. Berat. Seperti tengah mengotong drum berisi minyak tanah. Sedangkan Ustadzah Masyitoh berat badannya tidak lebih dari 70 kg. Saling bergantianlah mereka. Namun hanya para penggotong saja yang merasakan keanehan itu.

Tibalah saatnya memasukkan jenazah Katrina ke liang lahat. Tak ada kejadian aneh yang mencurigakan. Tidak ada masalah. Para pengantar jenazah dan penggalinya sama sekali tidak menemukan kesulitan. Berbeda dengan saat jenazah Ustadzah Masyitoh dikebumikan. Semuanya terasa berat. Tidak sesuai dengan berat badan Ustadzah Masytoh seharusnya. Dan anehnya lagi, lahatnya menjadi berair, dan semakin bertambah banyak, saat air berusaha untuk diangkat.

Warga setempat keheranan. Ada apa gerangan dengan semua yang terjadi ini. Para penggali kubur untuk jenazah Katrina bahkan telah selesai sejak lama. Sementara Jenazah Ustadzah kebanggan mereka, masih berada di atas keranda oleh karena berat dan di kuburnya ada air yang mengalir tiada henti.

“Pak Ustadz, kenapa ini? Koq bisa begini?” Ustadz Mu’min hanya membisu saat melihat kejadian yang menimpa isterinya tersebut. Ustadz Rohman yang sibuk meladeni keheranan-demi keheranan warga.
“Subhaanalloh, ini pasti ada hikmahnya. Kita beristighfar saja…” Jawab Ustadz Rohman menjawab tanya warga.

Dengan segala daya dan upaya, akhirnya jenazah Ustadzah Masyitoh dikebumikan. Pulanglah semua yang mengantar dari pekuburan, dengan membawa segunung tanya di hati masing-masing tentang keanehan yang telah mereka alami.

Ketika melewati tempat pemakaman di mana Katrina dikebumikan, tiba-tiba Syukri teriak.
“Subhaanalloh, Ustadz, lihat itu ke kuburannya Katrina.” Dan serentak semua warga yang tadi terkagetkan semakin terperangah ketika melihat ada cahaya seperti pelangi di atas makam Katrina.

Sesungguhnya Alloh Mahapengampun segala dosa, dan Dialah Yang Mahaadil lagi Mahabijaksana.

Sumber

Copyright © Pojok Cerita Cinta

Sponsored By: GratisDesigned By: Habib Blog