KISAH ASIAH ( ISTERI FIR’AUN ) #2

Respons: 0 komentar
istri firaun "Ibu, adakah tuhan lain selain ayah? Adakah ibu sudah menganut agama yang dibawa oleh Musa? Mengapa ibu sanggup mengikut agama Musa? Bukankah ibu menyelamatkan Musa sewaktu kecil apabila dia akan dibunuh oleh ayah," anaknya bertanya pelbagai soal kepada Asiah dan menanti jawabannya.

Manusia biasa

"Fir’aun, ayah kamu itu adalah manusia biasa seperti kita semua dan bukan Tuhan. Tuhan sebenarnya adalah Allah, Tuhan semesta alam!" jawab Asiah tanpa perasaan takut dan gentar.

"Biar saya adukan perkara ini kepada ayah!," balas anaknya, lalu dia lari keluar dari bilik itu dan pergi mengadu kepada Fir’aun.


Fir’aun yang mendengar aduan anaknya merasa sangat marah dengan Asiah. Dia tidak menyangka Asiah sudah mengikuti ajaran Allah walaupun dia sudah melarang siapa saja di Negara Mesir untuk tidak mengikuti ajaran Allah.

Orang yang mengingkari larangan itu akan dijatuhkan hukuman berat jika diketahui oleh Fir’aun. Kini isterinya sudah mengikut ajaran Allah, maka dia harus berbuat sesuatu supaya isterinya keluar dari agama Allah.

"Dengarlah nasihat saya, wahai Asiah yang amat saya cintai dan sayangi.

"Keluarlah dari agama yang dibawa oleh Musa. Saya akan berikan segala harta dan istana di Mesir sebagai hadiah," Fir’aun coba dengan lembut membujuk Asiah dengan kata-kata manisnya.

"Saya tidak akan sekali-kali keluar dari agama ajaran Musa yang benar dan suci. Nanti saya akan dimurkai oleh Allah, tuhan yang mencipta saya.

"Jika saya tetap dalam agama ini, saya percaya Allah akan memberikan syurga yang lebih baik dari harta dan istana kamu," tegas Asiah yang tenang dan berani menatap mata Fir’aun yang menyala dengan api kemarahan.

Usaha Fir’aun membujuk isterinya menemui jalan buntu. Dia tidak mau menghukum Asiah karena perasaan kasih sayang dan cinta yang mendalam terhadap isterinya. Dia coba memikirkan cara lain bagi melembutkan hati Asiah supaya dia tidak beriman dengan ajaran nabi Musa.

Namun, semua ikhtiarnya gagal dan tidak menemui jalan penyelesaian. Fir’aun termenung. Wajahnya terbayang seribu kekecewaan karena gagal membujuk Asiah. Akhirnya, dia mengambil keputusan menggunakan kekerasan kepada Asiah supaya dia berpaling dari agama Musa.

"Pengawal, tangkap Asiah dan bawa dia kehadapan saya sekarang!," perintah Fir’aun dengan nada keras.

"Oleh karena kamu masih bersekukuh mau mengikuti ajaran agama Musa, maka saya jatuhkan hukuman berat ke atas kamu," kata Fir’aun lagi.

"Pengawal, bawa perempuan ini ke tanah tinggi dan ikatkan pada empat batang kayu. Pakukan empat kayu itu ke bumi dengan menelentangkan badan perempuan ini menghadap langit.

"Biarkan terik matahari yang panas, dan dingin malam menyiksanya," Fir’aun meminta para pengawalnya menjalankan hukuman ke atas Asiah dengan segera.

"Allah! Allah! Allah!," mulut Asiah tidak henti-henti menyebut kalimat Allah sepanjang hukuman itu dijalankan.

"Ya Allah! Saya mohon supaya dilindungi dari bencana Fir’aun dan dianugerahkan sebuah rumah di syurga," doa Asiah yang tersiksa dengan sinar matahari yang sangat panas dan terik.

Akhirnya Asiah dapat melihat rumahnya di syurga dengan kehendak Allah yang membuka hijabnya. Hatinya sangat gembira sehingga lupa pada penderitaan dan kesakitan yang sedang dialaminya.

Setelah beberapa lama waktu penyiksaan itu berlalu, Asiah akhirnya menghembuskan nafasnya yang terakhir dengan kalimat Allah di mulutnya.

Begitulah kisah wanita yang berhati baja. Dia tetap dalam keimanannya kepada Allah walaupun disiksa sehingga mati tanpa belas kasihan.

Semoga menjadi iktibar . InsyaAllah.


KISAH ASIAH ( ISTERI FIR’AUN ) Part #1

Copyright © Pojok Cerita Cinta

Sponsored By: GratisDesigned By: Habib Blog